Domino99
Bandar Sakong
Bandarkiu
Bandar Bola
Bandarkiu
DominoQQ
Capsa Online
Bakarat Online
899SPORT

Kabukicho Daerah Jepang Buat Wisatawan Yang Pingin ‘Jajan’

By: On:

Kabukicho Daerah Jepang Buat Wisatawan Yang Pingin ‘Jajan’ – Kabukicho nama sebuah distrik yang tepatnya berada di daerah Shinjuku, Jepang. Di lokasi ini terdapat banyak restoran, klub malam, pusat perbelanjaan dan tentunya hotel “asmara.” Sama seperti kota New York, kota ini juga dijuluki sebagai kota yang tak pernah tidur. Sebab, baik siang dan malam, kota ini tak pernah sepi pengunjung.

Sejarah dinamakan KABUKICHO
Pada Perang Dunia kedua, banyak warga yang tewas di wilayah kependudukan yang kelak akan dikenal dengan nama Kabukicho ini. Pasca perang mulai reda, pemerintah Jepang mulai mencari cara untuk memperbaiki dan merekonstruksi semua wilayah di kota ini.

Kihei Suzuki, selaku pimpinan program tersebut sangat berharap agar wilayah ini, yang dulunya bernama Tsunohazu, dapat pulih secara sempurna. Ia berencana untuk mengubah wajah area ini menjadi distrik pusat hiburan, dan salah satu hal yang mereka lakukan adalah dengan mendirikan bioskop Kabuki. Hideaki Ishikawa, salah satu perencana tata kota saat itu kemudian mendapat ide untuk menamakan wilayah ini dengan nama Kabukicho. Nama resmi tersebut mulai digunakan sejak tanggal 1 April 1948. duniamaya.me
Dulu, di tempat ini ada begitu banyak tempat permainan arcade (semacam ding-dong), diskotik, dan bioskop terbesar di seantero kota. Namun, pada pertengahan tahun 80-an, sebuah perusahaan bernama New Entertainment Business Act mengubah wajah Kabukicho secara drastis. Sejak saat itulah, mulai banyak bermunculan bisnis-bisnis dewasa di kota itu.
distrik kabukicho

Kabukicho adalah wilayah yang luasnya kira-kira seluas 100 blok dan dekat dengan pintu keluar stasiun Shinjuku. Sejauh mata memandang kiri-kanan, berderet restoran, bar, tempat karaoke, hotel asmara, pusat perbelanjaan, pusat permainan arcade, serta bioskop. Banyak bisnis atau usaha yang terdapat di Kabukicho dikendalikan oleh Yakuza, gangster paling ditakuti sekaligus disegani di Jepang.

Tempat masuk ke wilayah ini ditandai dengan palang merah bertuliskan Kabukicho yang akan menyala meriah pada malam harinya. Jika kamu berkunjung ke sana pada siang hari, niscaya tak akan menemukan apa yang ‘diingini’. Itupun kalau wisata red-light ala Amsterdam yang kamu cari. Pada siang hari wisatawan memang tetap membludak, namun banyak toko-toko yang seperti “mati” tanpa aktivitas berarti.
Namun, begitu matahari mulai terbenam, wilayah ini mulai menampakkan jati dirinya. Papan dan reklame aneh dengan tulisan yang janggal di siang hari, kini mulai masuk akal untuk dicerna. Toko-toko yang sebelumnya tutup, kini mulai buka. Tempat ini sungguh berganti wujud menjadi pusat hiburan esek-esek pada malam harinya.

Gemerlap lampu neon dimana-mana sungguh menyemarakkan malam di kota Shinjuku. Banyak iklan-iklan menarik dan lucu yang membuat kita semakin penasaran dengan sesuatu yang ada di dalamnya. Konon, kalau kamu tak mau terjadi sesuatu yang buruk, maka tak boleh sembarangan masuk ke dalam sebuah toko di sana jika belum mengerti apa yang mereka tawarkan.

Tempat ini memang dimaksudkan bagi wisatawan dalam dan luar Jepang yang ingin “jajan.” Banyak penjaja seks komersial baik pria maupun wanita yang siap melayani di sana. Seseorang juga bisa membeli mainan pemuas di sini, bahkan begitu banyak jenis-jenisnya.

distrik kabukicho (2)

Meski begitu, tak semua yang ada di sini pada malam harinya adalah soal seks. Di sini kita akan lebih sering menemukan host dan hostess. Yang secara harfiah berarti pelayan pria dan pelayan wanita. Dan mereka ini bukan berprofesi sebagai seorang PSK.
Mereka bekerja hanya untuk menjadi teman minum serta menjadi pendengar setia curhatan dan kegalauan pelangannya. Mengingat budaya Jepang yang tampak cuek terhadap sesamanya, bisnis ini sangat diminati dan cukup menggiurkan loh. Dalam satu malamnya, para host dan hostess ini bisa meraup ratusan ribu hingga jutaan rupiah. duniamaya.me
Seperti itulah red-district ala Kabukicho di Jepang. Dari ulasan para pelancong yang pernah ke sana, untuk memuaskan diri di tempat ini wajib membawa banyak uang, karena melihat-lihat saja tak akan berkesan. Di sini pun tak hanya soal wanita dan hotel cinta, di sini juga bisa dengan gampang ditemui toko dvd dengan koleksi yang membludak.

No Responses

Leave a Reply